[:ID]Gua Hawang terdapat di desa Letvuan (±15 km dari Tual). Gua ini terhubung dengan mata air Evu melalui sungai bawah tanah (mata air Evu adalah yang terbesar di Kep. Kei), sehingga tak heran jika air di gua ini sungguh terasa segar.

Di mulut gua terlihat stalagtit dan stalagmit berwarna gelap, kontras dengan pantulan permukaan air yang gemerlap.

Pengunjung kerap datang setelah tengah hari dimana pantulan sinar matahari akan membuat permukaan kolam tampak biru berkilauan.

Pemandian Mata Air Evu

Mata Air Evu menyediakan pesona yang tidak biasa. Sebuah kolam pemandian air tawar yang mengalir deras sepanjang waktu. Di sini pengunjung dapat menghabiskan liburan akhir pekan bersama keluarga, sahabat maupun pasangan dengan berenang menikmati kesegaran air jernih yang bersumber dari Evu. Penduduk setempat menyebut Mata Air ini “NEN MAS IL” yang dapat berarti “EMAS YANG HILANG TELAH KEMBALI.”

Berjarak sekitar 30 menit dari kota Langgur, di sini juga disuguhkan ragam kuliner tradisional yang sulit untuk diabaikan ?. Ada kepiting khas Evu yang bentuknya lebih besar dari kepiting pada umumnya. Beberapa makanan ringan juga tersedia di sini seperti pisang goreng embal atau sukun goreng dengan sambalnya yang sangat menarik untuk dinikmati.

Pemandian ini juga menjadi sumber mata air utama bagi Masyarakat Kei. Sumber airnya terhubung melalui sungai bawah tanah dengan air Goa Hawang. Pada akhir pekan Mata Air Evu merupakan pilihan favorit bagi masyarakat Langgur maupun dari kota Tual, Evu sangat ramai dikunjungi.[:en]Gua Hawang terdapat di desa Letvuan (±15 km dari Tual). Gua ini terhubung dengan mata air Evu melalui sungai bawah tanah (mata air Evu adalah yang terbesar di Kep. Kei), sehingga tak heran jika air di gua ini sungguh terasa segar.

Di mulut gua terlihat stalagtit dan stalagmit berwarna gelap, kontras dengan pantulan permukaan air yang gemerlap.

Pengunjung kerap datang setelah tengah hari dimana pantulan sinar matahari akan membuat permukaan kolam tampak biru berkilauan.

[:]